Kita memulai segalanya dari tak saling mengenal.
Lebih tepatnya, pertemuan tak sengaja. Dirimu hadir secara tiba-tiba dalam kehidupan ku.
Kau menyapa ku terlebih dahulu, memberi kesan baik pada awalnya. Dari perkenalan singkat kita menjadi semakin dekat. Selera kita sama, itulah alasan mengapa kita dalam waktu singkat begitu menjadi dekat. Selera humor mu mampu membuat ku tertawa lepas, perhatian mu membuat ku merasa begitu membuat ku melayang seolah diriku merasa dicintai oleh mu, banyak hal-hal baru yang kudapatkan setelah mengenal mu. Mengenal ini dan itu. Kita mengeksplorasi dunia bersama. Mencari tau ini dan itu.
Namun, pada suatu saat.
Semuanya berubah,
Entahlah karena apa? Aku mencoba mencari tahu. Tak ingin ku menyalahkan keadaan ataupun dirimu.
Karena kita pun tak tahu pada akhirnya hati ini berlabuh ke mana,
Cinta bisa datang dan pergi begitu mudahnya.
Apalah daya, terkadang kita tak mampu menampik rasa yang tiba-tiba hadir begitu saja.
Dan, diriku tak ingin merasakan kecewa kedua kalinya.
Ya. Tak seharusnya ku berharap terlampau tinggi terhadap mu.
Namun, ku selalu memungkiri dan menutup mata. Ku tak dapat menahan perasaan ku sendiri, dan disisi lain ku juga tak dapat mengarahkan panah cinta ku menuju ke mana ku akan berlabuh.
Ku tahu pasti, jika ku mencintaimu akan membuat ku terluka secara perlahan,
Tapi, ku tetap mencoba, Ku mengabaikan segalanya.
Bodohnya diriku.
Ku selalu ingin mengenal mu lebih jauh, Ingin tau "apa sih kesukaan mu?" "apa sih yang kamu tak suka?" hal-hal kecil itu ku ingin tahu.
Tapi, kau selalu asik dengan dunia mu sendiri.
Ku merasa begitu asing ketika bersama mu.
Ku merasa ada sekat yang begitu terlihat jelas di antara kau dan aku yang sengaja kau bangun.
Ada benteng yang begitu kokoh yang kau buat, dan ku tak bisa memasuki sedikit saja dalam ruang itu, ruang tersebut bernama "hati" mu.
Kau telah terlalu jauh berjalan meninggalkan ku sendiri dalam lumuran kenangan diantara kita.
Dirimu begitu bahagia menggapai kesenangan bersamanya, Kini.
Bodohnya diriku yang selalu menantimu kembali ke sisiku.
Oh.. Terlalu banyak kesempatan yang ku berikan padamu
Tapi sekian kali pula kau patahkan harapan ku.
Ku terluka kembali.
Dan dirimu?
Ku berterimakasih atas luka yang kau beri.
Karena itu, ku mengakhiri kebodohan ku dan membuka mata ku. Bahwa kau yang ku dambakan selama ini tak sebaik yang ku pikir.
Ku mulai melangkah maju.
Menikmati hidupku
Hidup yang penuh warna ini
Ku tak sebodoh itu terus mendamba kan sesuatu yang tak pasti.
Yang ku yakin ku terluka perlahan jika ku tak melangkah maju.
Ku putuskan pergi menjauh dari kehidupan mu,
Meninggalkan dan membuang semua kenangan yang ada.
Terlampau sulit awal mulanya.
Tak semua kenangan dapat begitu mudah terhapus begitu saja.
Kenangan mu telah menempati porsi tersendiri di sudut hadiku. Meskipun ku tau, kenangan itu bukan kebahagian saja yang kau hadirkan, Tetapi juga luka,,
Terdiam dalam kenangan itu bukan hal yang baik
Mengenang masa lalu dalam lembaran baru yang kita mulai bukan hal yang salah.
Tertawa bahkan menertawakan masa itu, menengok sebentar itu perlu tapi jangan terlalu sering melihat masa lalu. Karena, masa lalu adalah hanya sebuah kenangan.
Tatap masa depan, Berjuang dalam hidupmu, Gapai cita dan cinta mu..